Majelis Alumni Sanlat Bimbingan Pasca Ujian Nasional (MAS BPUN) Pati telah sukses menggelar acara ekspo kampus yang bertajuk High School Fair (HSF) 2020 pada Sabtu, (4/01) kemarin. Bertempat di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar Pati, acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini dihadiri ratusan pelajar tingkat SLTA se-Kabupaten Pati.  Melibatkan sekitar 25 Universitas dan Sekolah Kedinasan di seluruh Indonesia acara ini mengusung tema “The Rise of Millenial for the Brighter Future” dengan pesan utama pengembangan diri untuk kebangkitan pemuda dalam meraih masa depan yang gemilang.


Dilihat dari historisnya, HSF sudah dilaksanakan  sejak tahun 2015 dan menjadi program tahunan, seperti yang disampaikan Ketua MAS BPUN PATI, Duwi Maghfiroh dalam sambutannya,

“HSF sudah ada sejak tahun 2015, jadi tahun ini HSF sudah yang keenam. HSF sendiri merupakan bentuk pengabdian alumni BPUN Pati dari tahun 2011-2019 terhadap pemuda Pati khususnya untuk membantu mereka agar mencapai pendidikan yang lebih tinggi. Sehingga bisa meningkatkan sumber daya Kabupaten Pati,”  jelas mahasiswi yang menempuh studi di Universitas Malang tersebut.



Ketua IPPNU Kabupaten Pati, Mohamad Salman turut mengapresiasi dan menyampaikan kesan pesannya terhadap acara ini.

“HSF ini forum yang  luar biasa, di mana mahasiswa aktif dari banyak kampus datang memfasilitasi berbagai informasi  seputar perkuliahan untuk dibagikan kepada kalian. Tapi yang menjadi poin penting adalah, kepada adik-adik, cari dan temukan kampus pilihan anda. Tanya sebanyak mungkin. Kita semua lahir dari kabupaten tercinta jangan sampai setelah jadi mahasiswa di luar sana lupa dengan kampung halamannya. Harapan kami adalah ketika nanti kalian sukses di luar sana, silakan kembangkan karya kalian di  Kabupaten Pati,” Ungkap pria yang akrab disapa Salman itu. 



Menyambut baik acara ini, Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, Jayus Setianto mengingatkan kepada pelajar untuk mempersiapkan diri dengan baik karena sekarang sudah memasuki era pasar bebas ASEAN.

“Adik-adik semua harus mempunyai kompetensi, yaitu keahlian dalam bidang masing-masing yang harus benar-benar dikuasai. Sehingga harapannya pemuda pati ini jangan sampai menjadi penonton, melainkan menjadi subjek (pelaku) dan bukan objek (sasaran). Maka harus mempunyai modal dan silakan berkelompok dalam hal berpikir karna inilah yang akan mengantarkan pada kesuksesan,” Papar Jayus.


“Kata kunci sukses ada tiga, disiplin, berjiwa tanggung jawab, jujur. Ditambah punya karakter orang Indonesia, termasuk penanaman aqidah Islam, berbudi akhlak islami. Beriman kepada Tuhan, dan siap berpotensi, maka kalian akan menjadi orang yang diharapkan Kabupaten Pati dan berguna bagi nusa dan bangsa,” tambahnya.  
Momen ini juga membangkitkan ingatan Jayus ketika masa ia menjadi ketua senat Mahasiswa dulu, sehingga semangat-semangat seperti itulah yang ia harapkan bisa tumbuh dalam diri pemuda Pati. 
 

Selain menyediakan stand-stand pengisi dari berbagai perguruan tinggi, keunikan HSF ini adalah juga menghadirkan sesi talkshow interaktif yang membahas berbagai persiapan memasuki dunia perkuliahan hingga tips-tips menjadi mahasiswa baru seperti manajemen waktu. Acara juga dimeriahkan dengan berbagai jenis hiburan, setelah dibuka dengan tari traditisional Manuk Gandrung, hiburan lain  berupa penampilan band akustik, hingga pentas teatrikal yang melengkapi  kemerian kegiatan ini. Terakhir acara ditutup dengan pengumuman pemenang Photobooth Challange.



Oleh: Fika Alnina (Alumni BPUN Pati 2017)